1. Gejala rematik
Rematik merupakan penyakit yang kadangkala gejalanya kurang diketahui oleh penderita penyakit tersebut. Sehingga penderita penyakit rematik sering terlambat untuk melakukan tindakan pengobatan. Artikel ini akan mengulas mengenai gejala penyakit rematik berikut dengan teknik pengobatan penyakit rematik.
Kenali gejala penyakit rematik sejak dini !
1. Hilang rasa atau kesemutan pada daerah tangan
Salah satu gejala rematik adalah ditandai dengan rasa kesemutan di pergelangan dan telapak tangan. Gejalanya ini biasanya akan makin terasa pada saat malam hari.
2. Sulit sembuh ketika cedera
Seringkali penderita rematik mengalami cedera, seperti mata kaki terkilir, keseleo, atau lain-lain dan sulit sembuh. Jika anda sering mengalami ini, bisa jadi itu merupakan tanda peringatan bahwa anda terkena penyakit rematik.
3. Peradangan di daerah kaki
Daerah kaki yang sering dihubungkan penyakit rematik adalah peradangan kaki kaki di bagian depan. Gejala ini biasanya dialami wanita karena sering memakai sepatu tumit tinggi. Beberapa orang juga merasakan sakit di tumit karena, yaitu gangguan kaki yang disebabkan oleh pembengkakan jaringan di bagian tungkai bawah, dekat tumit. Hati-hati ini adalah awal gejala rematik yang jarang diketahui
4. Gangguan pada mata
Orang berpenyakit rematik juga berisiko mengalami kekeringan pada mulut, mata, tenggorokan, hidung, atau kulit.
5. Sendi terasa kaku pada pagi hari
Gejala ini adalah gejala umum dari osteoarthritis. Penyebabnya bisa jadi karena tidak beraktivitasnya tubuh dalam waktu lama seperti tidur. Perbedaan antara keduanya adalah bahwa rasa sakit osteoarthritis biasanya mereda dalam waktu sekitar setengah jam. Tetapi, kekakuan akibat rheumatoid arthritis akan berlangsung lebih lama lagi, mungkin selama setengah hari.
Pengobatan dan Terapi Rematik
Pernahkah Anda menanyakan kepada para penderita rematik, apa yang akan mereka lakukan seandainya waktu bisa diputar balik ke masa sehat mereka? Mungkin sebagian besar mereka akan berusaha semaksimal mungkin menjaga pola hidup mereka sehingga rematik tidak menjadi teman hidup mereka. Apalagi setelah kita semua mengetahui bahwa pencegahan rematik tidak selalu menjadi hal yang tidak menyenangkan.
Cegah Rematik dengan Jalan Kaki
Memasuki usia 40 tahun, sendi pada sebagian besar orang akan mulai bermasalah. Ini dikarenakan terjadinya proses degenerasi yang diidentikkan dengan proses pengapuran. Cepat lambatnya proses ini dipengaruhi oleh beberapa faktor resiko. Faktor resiko tersebut antara lain:
Mutu tulang rawan. Tulang rawan yang bagus akan lebih tahan terhadap kondisi aus.
Berat badan. Berat badan berlebih akan memberi beban yang lebih banyak pada jaringan tulang rawan di sendi lutut.
Banyak melakukan aktivitas yang berat. sering melakukan aktivitas berat, olahraga, naik turun tangga, dan mengangkat beban dapat meningkatkan potensi pengapuran. Meskipun demikian, jarang berolahraga dapat membuat otot-otot di sekitar sendi menjadi lembek. Keadaan ini membuat jarak di antara sendi merapat, sehingga terjadi gesekan antara dua tulang.
Olahraga ringan seperti jalan kaki bermanfaat untuk penderita rematik karena asam urat. Ini karena jalan kaki membakar kalori, memperkuat otot dan membangun tulang yang kuat tanpa mengganggu persendian yang sakit.
Untuk melakukan olahraga sebaiknya meminta pendapat dokter atau terapis, supaya mengetahui gerakan-gerakan yang terbaik. Disarankan untuk menghindari olahraga yang terlalu membebani lutut, seperti bulutangkis, voli, tenis, joging, bela diri sebaiknya tidak dilakukan. Sebaiknya jangan berdiri terlalu lama karena akan menimbulkan rasa sakit.
Buah dan Sayuran Pencegah Rematik
Perlu Anda ketahui bahwa mengkonsumsi buah-buahan tertentu dapat mencegah munculnya rematik. Bukankah ini adalah salah satu cara yang menyenangkan untuk mendapatkan tubuh sehat? Beberapa buah-buahan dan sayuran yang bermanfaat untuk mencegah rematik antara lain:
Semangka. Segelas jus semangka tanpa biji di pagi dan malam hari dapat digunakan dalam pencegahan arthritis karena kelebihan asam urat. Jus ini akan membantu mendorong keluar kelebihan akumulasi asam urat.
Alpukat. Konsumsi alpukat secara teratur akan menghindarkan kita dari penyakit rematik atau arthritis. Lemak yang dikandungnya mampu memberikan lubrikasi secara alami persendian tulang seperti leher, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, pergelangan kaki.
Stroberry atau buah berry lainnya. Buah ini baik untuk penyembuhan rematik. Buah ini dapat dikonsumsi sebagai buah atau dibuat jus.
Apel. Konsumsi jus apel yang diragikan (difermentasikan) setengah cangkir, dua kali sehari akan membantu penyembuhan penyakit radang sendi.
Asparagus. Sayuran ini tentu saja sudah tak asing lagi bagi para pecinta menu restoran. Sayuran yang bukan asli Indonesia melainkan berasal dari Eropa, Afrika Utara dan Asia Barat. Tanaman ini merupaka tumbuhan herbal dengan tinggi 100 - 150 cm, tidak memiliki bunga hanya kuncupnya saja yang berada di bagian atas. Umumnya berwarna hijau.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari asparagus, khususnya untuk mencegah penyakit. Mulai dari radang sendi hingga memperbaiki kinerja ginjal, hati dan usus karena memiliki efek diuretik. Efek ini yang membuat saluran urin menjadi lancar, sehingga segala racun yang merugikan tubuh dapat segera dibuang. Oleh karena itu, bagi yang mengkonsumsi asparagus, urin akan berbau tajam.
Asparagus juga kaya akan vitaminC dan E, folat, kaya serat, mengandung lemak tak jenuh, dan anti kolesterol. Masyarakat Cina, telah lama menggunakan aspragus selain sebagai sajian menu juga sebagai makanan sehat yang mengobati penyakit mulai dari arthrtis hingga masalah kesuburan. Steroidal glikosida yang terkandung dalam asparagus memiliki efek anti pembengkakan. Kandungan asam folat membantu mengurangi cacat bawaan pada bayi, kanker panggul, usus dan dubur, serta bermanfaat untuk mencegah penyakit-penyakit jantung. Kandungan vitamin C nya sementara itu dapat membantu tubuh mencegah kanker, penyakit jantung serta meningkatkan daya tahan tubuh. Potassium membantu meregulasikan keseimbangan elektrolit dalam sel dan menjaga fungsi jantung dan tekanan darah yang normal. Zat di dalam asparagus dapat menghancurkan asam-oksalat di dalam ginjal dan di dalam jaringan otot, maka asparagus juga dapat menolong penderita rematik dan radang syaraf.
Pengobatan dan Terapi
Jika rematik telah menjadi garis hidup, tak ada jalan lain yang dapat ditempuh kecuali melakukan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit. Tidak menyenangkan, tapi tetap harus dilakukan untuk mendapatkan kembali tubuh sehat Anda. Berbagai macam terapi disediakan untuk membantu para penderita penyakit untuk tetap mendapatkan pengobatan tanpa harus menggantungkan pada obat-obatan medis.
Rehabilitasi Medik
Terapi panas dan dingin. Terapi ini terbagi menjadi 3 macam yaitu:
Terapi panas superfisial, misalnya mandi air hangat, berendam, mandi uap panas (spa).
Terapi panas dalam: UKG, USD.
Terapi dingin misalnya kompres dengan es.
TENS, laser bermanfaat mengurangi nyeri
Pemberian alat bantu/ortose. Bagi penderita rematik, pemberian alat bantu/ortose bermanfaat untuk:
mencegah deformitas
mensupport sendi, terutama sendi penopang berat badan.
Contoh alat bantu : cervical collar, korset/brace, splint, calcaneal pad.
Latihan fisik. Ini akan sangat membantu untuk menghindari kambuhnya rematik. Latihan fisik dilakukan dengan beberapa pola gerak dan ketentuan sebagai berikut:
Latihan lingkup gerak sendi, stretching
Latihan aerobik : jalan di alam terbuka, sepeda statis/dinamis dan berenang / berjalan di air
Sebelum melakukan latihan fisik bila perlu minum obat sebelum latihan
Proteksi sendi. Beberapa prinsip untuk memproteksi sendi antara lain:
Pengaturan kerja
Postur yang benar
Mengurangi tekanan pada tubuh
Hindari posisi yang lama dan statis
Contoh posisi dan gerak tubuh yang baik adalah:
Berdiri dan berjalan dengan badan tegak.
Leher harus dibiasakan latihan stretching dan penguatan otot. Selain itu, jangan membiasakan gerakan leher yang cepat dan mendadak ke segala arah.
Hindari bantal yang tebal dan posisi tidur dengan leher tertunduk.
Hindari duduk di kursi rendah dan tumpang kaki, jongkok, terlalu sering naik turun tangga.
Dukungan Psikososial. Motivasi sangat diperlukan dalam segala hal termasuk pengobatan rematik. Motivasi dapat berasal dari pasien dan keluarga.
Pengobatan Medis untuk Rematik
Pengobatan rematik dilakukan dengan tujuan memperbaiki kualitas hidup para penderita rematik sehingga mereka dapat menjalani aktivititas sehari-hari dengan normal. Karena itu, pencegahan rematik dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini sangat diperlukan. Selain itu penggunaan obat-obatan NSAID secara sembarangan harus dihindari. Pemakaian obat penghilang rasa nyeri sering kali menimbulkan efek samping yang cukup serius.
Obat-obatan yang biasanya diberikan dokter untuk pengobatan rematik antara lain:
Golongan analgesik (penghilang rasa nyeri). Obat golongan ini dapat menekan prostaglandin yang menjadi penyebab timbulnya peradangan. Obat ini dapat menimbulkan efek gangguan lambung.
Celecoxib, adalah obat yang lebih spesifik dan memiliki efek samping yang lebih kecil terhadap lambung. Karena itu, kehadiran obat ini cukup disambut gembira.
Golongan obat kortikosteroid, yang digunakan untuk mengatasi inflamasi (peradangan). Obat ini juga menekan sistem kekebalan tubuh sehingga reaksi radang pada rematik berkurang. Bentuk obat ini bisa berupa krim yang dioles pada kulit atau suntikan. Obat ini memiliki efek samping seperti pembengkakan, meningkatkan nafsu makan, berat badan naik, dan emosi yang labil.
Selain menggunakan obat-obatan, untuk mengurangi rasa nyeri dapat digunakan kompres es.
Senam Rematik
Aktivitas manusia di dunia modern yang kian padat menjadi salah satu penyebab utama munculnya berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah rematik. Ironisnya, jumlah penderita rematik yang kian bertambah tak diimbangi dengan upaya lebih dalam mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Juga tidak diimbangi dengan pengetahuan yang benar tentang rematik. Kesadaran dan pemahaman tentang penyakit ini masih perlu ditingkatkan.
Sebagian besar masyarakat menganggap remeh penyakit ini karena sifatnya yang seakan tidak menimbulkan ancaman jiwa. Padahal rasa nyeri yang ditimbulkan akibat penyakit ini justru menjadi penghambat yang sangat mengganggu. Terlebih lagi bagi masyarakat perkotaan yang memiliki aktivitas sehari-hari yang sangat padat. Aktivitas gerak tubuh yang kurang, duduk berjam-jam, dan kurangnya olahraga menjadikan potensi rematik semakin besar. Padahal berasarkan penelitian yang telah dilakukan, prevalensi nyeri akibat rematik di Indonesia mencapai 23,6 hingga 31,3 persen. Ini menunjukkan bahwa nyeri akibat rematik sangat mengganggu.
Hal tersebut mengundang perhatian dari berbagai pihak hingga tercetuslah sebuah solusi untuk para penderita rematik yaitu senam rematik. Ini sebuah metode senam yang dapat membantu mengurangi risiko timbulnya rematik. Metode ini sekaligus berfungsi sebagai terapi tambahan terhadap pasien rematik dalam fase tenang. Senam rematik merupakan latihan gerak tubuh atau program olahraga ringan yang terdiri dari beberapa tahapan, seperti pemanasan, latihan inti satu (low impact untuk menguatkan kerja jantung dan paru-paru), latihan inti dua (latihan dasar pencegahan dan terapi rematik), dan pendinginan. Latihan yang teratur dan benar dilakukan dengan harapan penderita rematik dapat terbebas dari gejala-gejala penyakit rematik seperti kekakuan sendi dan nyeri.
Terapi Ikan Nilem
Dewasa ini telah marak pemanfaatan ikan sebagai terapi. Dengan mencelupkan kaki dan membiarkan ikan-ikan menyundul kaki, dipercaya dapat menjadi cara penyembuhan penyakit karena anggapan yang menyamakan efeknya seperti pijatan (tekanan-takanan) pada titik-titik tubuh. Hanya saja yang melakukan tekanan-tekanan itu adalah ikan dengan jumlah yang tak sedikit.
Terapi seperti ini juga digunakan dalam pengobatan rematik. Ikan nilem mangut ditengarai dapat dimanfaatkan dalam terapi rematik. Terapi ini dilakukan dengan cara menaruh kaki, tangan atau badan dengan cara direndamkan pada kolam ikan. Kemudian ikan-ikan akan menggigit-gigit kulit, mungkin dengan tujuan mencari makan. Cara seperti ini ternyata dapat melancarkan peredaran darah sehingga dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Aliran darah yang tersumbat akan kembali lancar. Kolam ikan yang biasanya digunakan untuk terapi ini adalah kolam renang Cigugur. Meskipun demikian, hal ini masih memutuhkan pembuktian secara ilmiah, apakah gigitan ikan yang dapat mengobati rematik atau kandungan air dalam kolam tersebut.
Menurut pengakuan salah satu pelaku terapi ini, setelah tiga kali melakukan terapi dia merasakan hasil yang cukup menggembirakan. Dengan penyakit rematiknya yang sudah parah, dan biasa berjalan dengan dibopong, akhirnya dia dapat berjalan sendiri kembali. Seorang pengelola tempat terapi ikan mangut Cigugur mengemukakan bahwa terapi ini tidak hanya bermanfaat untuk penyembuhan rematik saja, tetapi juga bisa digunakan untuk diabetes.
Terapi Lebah Bagi Penderita Rematik
Sejak jaman dahulu, racun lebah telah dikenal dapat digunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Racun lebah dapat digunakan untuk mengatasi penyakit rematik, pegal-pegal, sklerosis multiple (penyakit sistem syaraf pusat), dan lain-lain. Konon racun lebah atau lebah mati digosok-gosokkan pada bagian tubuh yang sakit untuk meredakan nyeri. Cara ini dikenal luas di Babilonia, Asiria, Yunani, dan Romawi. WHO pun telah mengakui bahwa bisa lebah dari jenis lebah Apis mellifera dapat dimanfaatkan sebagai alternatif terapi di bidang pengobatan.
Kandungan bisa lebah terdiri dari air dan berbagai macam enzim. Enzim-enzim yang terdapat didalamnya seperti fosfolipase A dan hialuronidase, zat melitin, adolapian, apamin dan MCD-peptida. Masing-masing zat tersebut memiliki khasiat dan kegunaanya tersendiri.
Kandungan melitin, adolapin dan MCD-peptida pada bisa lebah dapat berfungsing sebagai anti peradangan. Dalam dunia kedokteran rematik biasa disembuhkan dengan obat anti peradangan yaitu kortisol. Kortisol adalah hormon yang mampu menekan proses radang di dalam tubuh.Namun kortisol dari luar tubuh ini mempunyai efek samping negatif. Dengan sengatan lebah, tubuh kita dirangsang untuk memproduksi kortisol sendiri sehingga dimungkinkan lebih aman.
Seorang dokter Austria, telah mengunakan sengatan lebah selama 40 tahun dalam menyembuhkan penyakit arthritis. Tingkat keberhasilannya adalah 80%. Sebenarnya terapi lebah bukan hanya terbatas pada sengatan lebah saja. Tetapi merupakan kombinasi semua produk lebah seperti madu, bee pollen, royal jelly , propolis dan racun lebah.
Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang ingin sembuh tetapi takut disengat lebah? Tak perlu khawatir! Ramuan herbal dengan madu juga sudah cukup ampuh menyembuhkan rasa nyeri. Pada sebuah riset ilmiah terbaru terhadap penderita nyeri atau pembengkakan sendi (Arthritis) menggunakan 200 pasien. Setelah pasien-pasien tersebut diobati dokter dengan campuran satu sendok madu dan setengah sendok teh bubuk kayu manis sebelum sarapan hasilnya adalah 73 orang di antaranya bebas dari rasa sakit dan setelah sebulan hampir semuanya bisa berjalan lagi tanpa nyeri. Sebagai pengganti kayu manis, dapat digunakan seduhan jahe. Jahe diseduh dengan air panas, dan setelah agak dingin ditambahkan 2 sendok madu.
Atasi Rematik dengan Pemijatan
Pemijatan seringkali dipilih sebgaian besar orang untuk menghilangkan pegal-pegal, linu dan sebagainya. Biasanya untuk melancarkan peredaran darah, sebagian besar orang juga memilih jalan pijat. Tak hanya itu, ternyata salah satu manfaat dari oemijatan adalah dapat digunakan dalam pengobatan rematik. Pemijatan yang dilakukan adalah jenis chiropractic. Disini digunakan teknik pemijatan terapi jasmani yang merupakan perpaduan antar gerakan pijat spesifik, tuina (massage) dan jenis gerakan pijat chiropractic yang dapat mengatasi masalah tulang dan syaraf.
Pemijatan chiropractic ini khusus digunakan untuk mengobati keluhan pada tulang dan syaraf. Permasalahan tulang itu sendiri bisa meliputi scoliosis atau tulang belakang tidak lurus, rasa sakit, nyeri, kaku,dan tegang di tulang belakang, leher, pinggang, bahu, pinggul, masalah kesemutan di tangan dan kaki, rematik, dan pengapuran, serta meningkatkan kesehatan dari penderita bantalan tulang belakang yang bergeser.
Terapi Rematik dengan Air Minum
Air telah tersedia di alam dalam jumlah yang sangat berlimpah. Tentu saja ini bukan tanpa guna. Air dan kehidupan manusia seolah telah mendarah daging. Tak hanya digunakan untuk minum, mandi, mencuci atau menyiram tanaman saja. Ternyata air juga dapat dimanfaatkan untuk terapi. Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan terapi air, antara lain sakit kepala, asma, bronchitis, darah tinggi, kencing manis, kurang darah, TBC, rematik, radang otak dan lain-lain.
Meminum air minum dengan metode yang benar akan membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru yang dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini sehingga darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini.
Minum air minum dapat membersihkan usus. Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan dapat diserap dengan lebih baik. Dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru. Seperti kita ketahui, darah merupakan hal penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.
Cara melakukan terapi ini adalah sebagai berikut:
Pagi hari ketika bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Setelah itu Anda boleh mencuci muka.
Jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini.
Jangan minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya.
Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring.
Pada awalnya, mungkin akan terasa sangat sulit meminum 1.5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Sebagai latihan, anda boleh minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Mungkin Anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam. Tetapi setelah beberapa lama, semua akan normal kembali.
Bagi penderita radang atau sakit persendian dan rematik, disarankan melaksakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan. Terapi ini dilakukan selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh.
2.Gejala Kanker Paru-Paru
Tanda dan gejala kanker paru ini hanya akan muncul saat perkembangan abnormal sel ini semakin parah kearah stadium yang lebih lanjut, dan ini memerlukan waktu bertahun-tahun sejak awal perkembangannya. Bahkan ada kemungkinan tidak menampakkan adanya tanda dan gejala khusus, melainkan hanya tampak jika dilakukan X-ray. Ada beberapa gejala yang dirasakan sebagai akibat dari kanker paru-paru:
- Batuk-batuk yang lama pada orang merokok
- Kesulitan bernafas (nafas pendek)
- Batuk mengeluarkan darah (meskipun jumlah sedikit)
- Sering mengalami infeksi paru (pneumonia atau bronchitis)
- Adanya nyeri dada, bahu dan bagian punggung
- Suara yang berubah dari biasanya
- Batuk lebih dari 2 minggu pada orang yang tidak merokok
- Lainnya seperti susah menelan, leher dan wajah tampak membengkak, nafsu makan berkurang, hilangnya berat badan, cepat lelah atau lemah.
Klasifikasi Kanker Paru-Paru
Berdasarkan penyebarannya baik di jaringan itu maupun ke organ yang lain, kanker paru-paru dapat diklasifikasikan menjadi 2 berdasarkan penyebarannya, yaitu kanker paru-paru primer dan kanker paru-paru sekunder.
Kanker paru-paru primer
Memiliki 2 type utama :
Sel kanker kecil SCLC (Small Cell Lung Cancer).
Meskipun sel kanker kecil menurut statistik hanya terjadi pada 20% dari seluruh penderita kanker paru, tetapi jenis ini termasuk yang paling sulit ditangani karena sifatnya yang sangat mudah menyebar ke organ lain. Dari bentuknya yang menyerupai gandum, sel kanker ini dijuluki sel gandum (Oat cell cancer). Dinamakan sel kecil karena bentuknya yang demikian kecil sehingga terlihat seperti hanya terdiri dari nucleus (inti sel). Kanker paru dari jenis ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok. Sangat jarang dijumpai seseorang yang tidak merokok menderita kanker jenis ini. Untuk pengobatannya biasanya dokter menyarankan chemotherapy karena sifatnya yang mudah menyebar (metastasis).
Sel kanker bukan sel kecil NSCLC (Non Small Cell Lung Cancer). Sel kanker jenis ini terdiri dari tiga macam, yang dijadikan satu kelompok karena mempunyai karakter yang hampir sama, dan dalam merespon obat-obatan berbeda dengan jenis sel kanker kecil (Small Cell Lung Cancer). Ada kalanya sangat sulit bahkan tidak mungkin membedakan ketiga jenis sel kanker ini jika sel belum berkembang sempurna menjadi sel kanker. Sebelum menjadi sel kanker yang ganas, sel yang semula adalah sel normal, mengalami proses sangat rumit, yang biasa disebut mutasi.
Ketiga jenis sel kanker ini adalah :
Sel kanker Squamous (Squamous Cell Carcinoma).
Jenis kanker ini paling sering dijumpai, biasanya ditemukan disekitar pertengahan paru di salah satu cabang bronchus baik kiri maupun kanan. Kanker jenis ini terbentuk dari sel-sel yang ada disepanjang saluran nafas, dan biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok.
Adenocarcinoma.
Adenocarcinoma juga berkembang dari sel-sel yang ada disepanjang saluran nafas, tetapi khususnya terbentuk dari sel-sel yang memproduksi dahak (lapisan lendir pada dinding saluran nafas). Biasanya ditemukan di jaringan paling luar paru-paru.
Sel Kanker Besar (Large Cell Carcinoma).
Disebut demikian karena bentuknya yang memang kelihatan besar agak bulat. Kanker jenis ini cenderung tumbuh lebih cepat.
Kanker paru sekunder
Merupakan penyakit kanker paru yang timbul sebagai dampak penyebaran kanker dari bagian organ tubuh lainnya, yang paling sering adalah kanker payudara dan kanker usus (perut). Kanker menyebar melalui darah, sistem limpa atau karena kedekatan organ.
3. Gejala-gejala Tumor/Kanker Otak
Otak adalah pusat kehidupan. Segala aktivitas kehidupan, hingga yang sekecil-kecilnya, hanya bisa terjadi melalui mekanisme yang diatur oleh otak. Dalam waktu yang bersamaan otak harus menjalankan beribu-ribu aktivitas sekaligus. Misalnya, saat kita berjalan di tepi jalan yang ramai, maka otak mengatur agar kaki melangkah, mengatur mata untuk melihat pemandangan dan situasi sekitar sekaligus menyimpannya dalam memori, menyuruh telinga menangkap berbagai suara yang masuk sekaligus menyimpan, menafsirkan, dan meresponsnya. Saat tiba-tiba mendengar suara klakson dari belakang maka secepat kilat otak menyuruh kaki meloncat ke tepi, menyuruh leher menoleh ke belakang, menyuruh mata membelalak, menyuruh otot-otot menegang untuk mengatasi situasi darurat, menyuruh jantung memompa darah lebih kencang, menyuruh hidung tetap bernafas, dan masih banyak lagi yang harus diaturnya, bahkan terkadang masih sempat-sempatnya menyuruh mulut memaki....
Semua itu dapat dilaksanakan bersamaan karena diatur oleh bagian otak yang berbeda-beda. Ya, otak memiliki banyak bagian yang memiliki fungsi berbeda-beda. Secara garis besar otak terbagi atas tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem). Masing-masing bagian terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih kecil lagi, dan lebih kecil lagi. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedang bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) plus tulang tengkorak.
Seperti bagian-bagian tubuh lain, otak bisa terkena tumor maupun kanker. Bedanya, jika pada bagian tubuh lain tumor jinak kadang tidak mengganggu dan tidak berbahaya, di otak tumor jinak pun bisa sangat mengganggu dan membahayakan nyawa.
Banyaknya bagian otak yang memiliki fungsi pengaturan tubuh yang berbeda-beda membuat tumor dan kanker otak memiliki gejala yang sangat variatif. Gejala yang muncul sangat tergantung di bagian otak mana tumor tersebut muncul.
Dr. Iskandar Japardi menjelaskan gejala umum tumor dan kanker otak adalah sebagai berikut:
Gejala Serebral Umum
Dapat berupa perubahan mental yang ringan (psikomotor asthenia), yang dapat dirasakan oleh keluarga dekat penderita berupa: mudah tersinggung, emosi, labil, pelupa, perlambatan aktivitas mental dan sosial, kehilangan inisiatif dan spontanitas, mungkin diketemukan ansietas dan depresi. Gejala ini berjalan progresif dan dapat dijumpai pada 2/3 kasus.
Nyeri Kepala
Diperkirakan 1% penyebab nyeri kepala adalah tumor otak dan 30% gejala awal tumor otak adalah nyeri kepala. Sedangkan gejala lanjut diketemukan 70% kasus. Sifat nyeri kepala bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut, umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi serta pada keadaan dimana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial. Adanya nyeri kepala dengan psikomotor asthenia perlu dicurigai tumor otak.
Muntah
Terdapat pada 30% kasus dan umumnya meyertai nyeri kepala. Lebih sering dijumpai pada tumor di fossa posterior, umumnya muntah bersifat proyektil dan tak disertai dengan mual.
Kejang
Bangkitan kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor otak pada 25% kasus, dan lebih dari 35% kasus pada stadium lanjut. Diperkirakan 2% penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak.
Perlu dicurigai penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak bila:
- Bangkitan kejang pertama kali pada usia lebih dari 25 tahun
- Mengalami post iktal paralisis
- Mengalami status epilepsi
- Resisten terhadap obat-obat epilepsi
- Bangkitan disertai dengan gejala tekanan tinggi intrakranial lain.
Bangkitan kejang ditemui pada 70% tumor otak di korteks, 50% pasien dengan astrositoma, 40% pada pasien meningioma, dan 25% pada glioblastoma.
Gejala Tekanan Tinggi Intrakranial (TTIK)
Berupa keluhan nyeri kepala di daerah frontal dan oksipital yang timbul pada pagi hari dan malam hari, muntah proyektil dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan diketemukan papil udem. Keadaan ini perlu tindakan segera karena setiap saat dapat timbul ancaman herniasi. Selain itu dapat dijumpai parese N.VI akibat teregangnya N.VI oleh TTIK. Tumor-tumor yang sering memberikan gejala TTIK tanpa gejala-gejala fokal maupun lateralisasi adalah meduloblatoma, spendimoma dari ventrikel III, haemangioblastoma serebelum, dan craniopharingioma.
Selain gejala umum di atas ada gejala-gejala spesifik berdasarkan lokasi dan fungsi otak yang diserang. Antara lain:
Tumor pada Lobus Frontal:
- Perubahan perilaku dan kepribadian
- Penurunan kemampuan menilai sesuatu
- Penurunan daya penciuman
- Penurunan daya ingat
- Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh
- Penurunan fungsi mental/kognitif
- Penurunan penglihatan dan radang syaraf mata
Tumor pada Lobus Parietal:
- Penurunan kemampuan bicara
- Tidak bisa menulis
- Tidak mampu mengenali seseorang
- Kejang-kejang
- Disorientasi ruang
Tumor pada Lobus Oksipital:
- Kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua belah mata
- Kejang-kejang
Tumor pada Lobus Temporal:
- Penurunan kemampuan bicara
- Kejang-kejang
- Kadang tanpa gejala sama sekali
Tumor pada Fosa Posterior:
- Gangguan berjalan
- Nyeri kepala
- Muntah
Tumor pada Cerebello Pontin Angie:
- Gangguan pendengaran
Tumor pada Batang Otak:
- Perubahan perilaku dan emosional (lebih sensitif, mudah tersinggung)
- Sulit bicara dan menelan
- Mengantuk
- Sakit kepala, terutama pada pagi hari
- Kehilangan pendengaran
- Kelemahan syaraf pada salah satu sisi wajah
- Kelemahan syaraf pada salah satu sisi tubuh
- Gerakan tak terkontrol
- Kehilangan penglihatan, kelopak mata menutup, juling, dll.
- Muntah
Tumor pada Selaput Otak:
- Sakit kepala
- Kehilangan pendengaran
- Gangguan bicara
- Inkontinensi (tidak mampu mengontrol buang air kecil/besar)
- Gangguan mental dan emosional (apatis, anarkis, dll)
- Mengantuk berkepanjangan
- Kejang-kejang
- Kehilangan penglihatan
Tumor pada Kelenjar Pituitary:
- Berhenti menstruasi (amenorrhea)
- Memproduksi air susu
- Impotensi
Tumor pada Hipotalamus:
- Gangguan perkembangan seksual pada anak-anak
- Kerdil
- Berhenti menstruasi (amenorrhea)
- Gangguan cairan dan elektrolit
Tumor pada Ventrikel:
- Hidrosefalus
- Leher kaku
- Kepala miring
- Nyeri kepala mendadak
- Penglihatan kabur
- Penurunan kesadaran
Walaupun mengalami salah satu atau beberapa gejala seperti di atas saja, belum tentu seseorang mengidap tumor atau kanker otak. Untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis (bedah) syaraf dan pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap, serta biopsi
4. Gejala Asam Urat
Asam Urat sering dialami oleh banyak orang sekarang ini. Bahkan, orang yang masih tergolong muda juga sering ditimpa penyakit ini, seperti:
- Kesemutan dan linu
- Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
- Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.
- Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.
- Kontrol makanan yang dikonsumsi.
- Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.
- Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
- Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
- Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
- Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
- Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
- Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
- Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.
- Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.
Tanda-tanda yang bisa terlihat jika seseorang mengalami gangguan liver/hati yaitu:
- Mengalami perubahan warna kulit. Kulit dan mata menjadi kekuning-kuningan sehingga sering disebut penyakit kuning.
- Terdapat lingkaran gelap di bawah mata.
- Air seni berwarna kuning gelap.
- Buang air besar tidak teratur,biasanya tidak setiap hari.
- Kehilangan nafsu makan yang menyebabkan berat badan menurun. Pasien mungkin menjadi anemia dan sering merasa mual.
- Perut kembung, penuh gas dan terjadi gangguan percernaan setelah makan.
- Perut terlihat buncit. Ini karena pembengkakan di bawah tulang rusuk kanan bawah yang merupakan keluhan umum dari pasien hati. Hal ini dapat memberikan tekanan berat pada diafragma yang kadang jadi sakit saat bernapas.
- Perhatikan bentuk dan penampilan kuku. Bentuk kuku melengkung dan keputihan juga menunjukkan masalah hati.
- Terjadi masalah pada kulit, seperti kulit kering, gatal, eksim, jerawat, psoriasis dan lainnya.
- Sering terjadi perdarahan hidung dan mudah memar yang menunjukkan kekurangan protein.
- Sering merasa haus berlebihan dan sering buang air kecil.
- Sering sakit kepala, pusing, kejang, lelah, lemah, lesu dan depresi.
- Muncul bau badan dan mulut yang tidak enak.
- Penyebab penyakit hati bisa karena infeksi virus, parasit di hati, gangguan metabolisme, penyakit autoimun, komplikasi penyakit lain, konsumsi alkohol dan obat-obatan.
Perhatikan kebersihan. Sering mencuci tangan dengan sabun untuk menghindari infeksi virus dan parasit dalam hati yang berasal dari luar seperti makanan yang tidak bersih.
Hindari zat beracun dan kelebihan asupan alkohol karena meningkatkan risiko terhadap penyakit hati.
6. Gejala TBC
Gejala umum yang sering dirasakan adalah :
• Batuk lama lebih dari 30 hari yang disertai ataupun tidak dengan dahak bahkan bisa disertai juga dengan batuk darah.
• Demam lama dan berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tifoid, malaria, atau infeksi saluran nafas akut), dan terkadang disertai dengan badan yang berkeringat di malam hari.
• Nafsu makan menurun dan bila terjadi pada anak maka terlihat gagal tumbuh serta penambahan berat badan tidak memadai sesuai dengan usia anak tersebut.
• Berat badan menurun dengan drastis tanpa sebab yang jelas disamping karna nafsu makan yang menurun, pada anak berat badan tidak naik dalam satu bulan walaupun sudah dilakukan penanganan gizi.
• Adanya pembesaran kelenjar seperti di leher atau ketiak.
• Pada anak yang primary pulmonary tuberculosis (infeksi pertama yang disebabkan oleh tuberculosis) tidak menampakan gejalanya meskipun dilakukan pemeriksaan dengan sinar X-ray. Kadang-kadang pada anak jarang terlihat gejala adanya pembesaran kelenjar getah bening atau batuk-batuk. Dalam banyak kasus jika tuberculin skin testnya menunjukan hasil positif maka si penderita diindikasikan menderita penyakit TBC, meskipun tidak menunjukan gejala tetapp harus mendapatkan perawatan serius.
Penentuan tentang terjangkit atau tidaknya penyakit ini untuk secara pasti perlu dari pengkajian secara klinis, pemerikasaan fisik, gambaran radiologi atau rontgen paru dan pemerisaan laboratorium klinis ataupun bakteriologi. Sebagian kasus menunjukan bahwa makrofak (sel kekebalan tubuh) tidak dapat melawan bakteria.
Bakteria akan bertindak aktif dan akan mulai menyerang organ, terutama paru-paru, sehingga menyebabkan anda mengalami batuk kering. Wanita yang mengidap batuk kering dapat menularkan penyakit ini jika mengandung. Kondisi ini dapat terjadi sebelum atau sesudah bayi di lahirkan. Di tahun pertama setelah kelahiran, bayi akan menunjukan gejalanya jika memang tertular TBC dari ibunya. Bukan karna faktor penurunan gen penyakit ini ditularkan, namun karena disebabkan oleh sirkulasi darah dalam tubuh ibu yang mengandung tuberculosis sehingga berpengaruh terhadap anak yang dikandungnya.
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENGOBATAN TBC
TBC bisa diobati, asalkan benar-benar mempunyai keinginan dan semangat yang besar untuk sembuh. Dorongan dari keluarga dan orang disekitar anda sangatlah diperlukan. Pemeriksaan yang intensif dan teliti serta disiplin minum obat yang diberikan dokter harus dilakukan penderita agar penyakit yang dideritanya segera sembuh. Pengobatan yang dilakukan dapat bertujuan untuk menyembuhkan, mencegah kematian, dan kekambuhan.
Adapun obat TBC yang utama adalah Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid, Streptomisin dan Etambutol. Sedangkan jenis obat tambahan yang sering digunakan adalah Kanamisin, Kuinolon, Makroloid, dan Amoksilin dikombinasikan dengan Klavulanat. Pengobatan ini dilakukan selama 12 bulan untuk keseluruhan. Faktor utama dari pada kesembuhan adalah prilaku dan lingkungan dimana sipenderita itu tinggal, kedisiplinan dalam minum obat dan dan dukungan orang-orang disekitar si penderita.
Dalam proses penyembuhan, sipenderita harus minum obat sesuai dengan petunjuk dan waktu yang telah ditentukan (6–12 bulan) berturut-turut tanpa putus serta mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi. Selain petugas kesehatan yang memantau dan mengawasi, keluarga juga di ajak turut serta dalam mengawasi dan memastikan si penderita TBC meminum obat yang telah diberikan. Jika si penderita tidak disiplin dan teratur dalam meminum obat, dapat mengakibatkan kuman-kuman yang ada didalam tubuh akan menjadi kebal terhadap obat tersebut. Dan apabila si penderita berhenti minum obat sebelum waktunya maka, batuk yang sudah hilang akan timbul kembali dan kemungkinan kuman akan kebal dan TBC akan sulit untuk disembuhkan.
Dilakukannya pengobatan selama 6–9 bulan karena, bakteri-bakteri tuberkulosis memiliki daya tahan yang sangat kuat hingga berbulan-bulan walaupun sudah terkena antibiotik. Kombinasi beberapa obat sangat diperlukan karena untuk menghadapi kuman TBC yang berada dalam berbagai stadium dan fase pertumbuhan yang cepat. Walaupun gejala-gejala sudah hilang, namun pengobatan tidak boleh berhenti sampai batas waktu yang telah ditentukan.
Selain obat rekomendasi dari dokter, ada juga obat tradisional yang bisa digunakan yang sudah sejak dahulu digunakan yaitu :
1. Sambiloto (Andrographis paniculata) : Daun kering digiling ditambah madu secukupnya kemudian dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Satu hari dua kali minum, setiap kali minum 15 – 30 pil.
2. Tembelekan : Lantana camara : bunga kering 6 – 10 gram ditambah tiga gelas air lalu direbus hingga setengahnya. Gunakan untuk tiga kali minum setiap harinya.
CARA KUMAN TBC MEMASUKI TUBUH
Ditularkan melalui udara. Para penderita TBC seringkali batuk. Dari batuk inilah, kuman TBC terhirup sampai paru-paru oleh anak-anak yang sehat. Sehingga kuman TBC ini akan masuk melalui paru-paru. Paru-paru inilah yang merupakan tempat yang lazim bagi infeksi TBC
TBC juga dapat ditularkan melalui susu. Cara penyebarannya melalui susu yang tidak steril (biasanya hanya dipanaskan sampai 60 derajat celcius). Susu ini kemudian dikonsumsi oleh orang yang sehat. Dalam hal ini usus merupakan tempat yang pertama. Kuman TBC ini melalui sapi yang menderita TBC.
Awasi juga, kuman TBC juga bisa masuk melalui kulit terbuka. Kuman TBC yang masuk akan masuk menjadi sel infeksi,pada perjalanan selanjutnya, kuman akan tidur. Pada fase inilah yang sangat berbahaya, karena saat tubuh lemah, kuman akan menginfeksi kekebalan tubuh manusia.
TANDA-TANDA DAN GEJALA INFEKSI TBC
Pada umumnya, penderita TBC tidak mengalami gejala apapun. Dalam artian tidak mengalami kelihatan sama sekali. Sekalipun ada maka gejalanya adalah batuk dan demam ringan sekali. Demam dan batuk itu pun hanya berlangsung sebentar.
Menurut beberapa literatur, tanda pertama yang dialami oleh pasien TBC adalah pasien tersebut yang biasanya lincah maka akan terlihat lesu dan tidak bergairah. Gejalan lanjutan dari penderita TBCbiasanya berat badanmenurun drastis dan tentu saja nafsu makan menurun. Parahnya, jika menyerang paru-par, maka paru-paru tersebut akan berlubang dan pasien akan membatukkan darah.
Batuk yang dialami oleh penderita TBC memang pada awalnya hanya batuk ringan, meski demikian jika pasien tidak memeriksakan dirinya ke dokter, maka batuk tersebut bisa berlanjut sangat berat. Biasanya batuk ini juga diikuti dengan selesma.
Penyakit ini ternyata sangat erat kaitannya dengan keadaan gizi seseorang. Daya tahan tubuh penderita sangat menentukan keadaan penderita sesudah serangan pertama. Biasanya pasien yang memiliki kecukupan gizi yang baik, daya tahan tubuh yang lebih kuat. Karena itulah biasanya pasien yang memiliki kecukupan gizi yang baik, akan dapat sembuh dengan sendirinyawalaupun tidak diobati.
Senaliknya, jika pasien kekurangan gizi, maka kuman TBC akan menyebar sangat cepat ke beberapa bagian tubuh, seperti ginjal,hati da tulang.
7. Gejala penyakit asma
Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Penyakit Asma paling banyak ditemukan di negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi baik dari asap kendaraan maupun debu padang pasir.
Penyebab Penyakit Asma
Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski telah banyak penelitian oleh para ahli. Teori atau hypotesis mengenai penyebab seseorang mengidap asma belum disepakati oleh para ahli didunia kesehatan.
Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau/aroma menyengat (misalnya;parfum) dan olahraga.
Selain itu terjadinya serangan asma sebagai akibat dampak penderita mengalami infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinisitis. Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa siklus menstruasi, hal ini sangat jarang sekali.
Angka peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang mendukung seseorang menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan. Jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.
Tanda dan Gejala Penyakit Asma
Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
- Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!
- Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
- Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
- Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
- Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.
Pada usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal dirongga dada atau leher. Selama serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat memperburuk keadaanya. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.
Cara Menghindari Serangan Asma
Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.
Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.
Penanganan dan Pengobatan Penyakit Asma
Penyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.
Pada kasus-kasus yang ringan dimana dirasakan adanya keluhan yang mengarah pada gejala serangan asma atau untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan, maka tim kesehatan atau dokter akan memberikan obat tablet seperti Aminophylin dan Prednisolone. Bagi penderita asma, disarankan kepada mereka untuk menyediakan/menyimpan obat hirup (Ventolin Inhaler) dimanapun mereka berada yang dapat membantu melonggarkan saluran pernafasan dikala serangan terjadi.
8. Gejala Stroke
Gejala Stroke dan Penyebab Penyakit Stroke
Penyakit stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak (serebrovaskuler) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) hal ini disebabkan karenakan adanya penyumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah menuju otak sehingga pasokan darah dan oksigen ke otak berkurang dan menimbulkan serangkaian reaksi biokimia yang akan merusakkan atau mematikan sel-sel saraf otak.
Tanda dan Gejala Penyakit Stroke
Serangan kecil atau serangan awal stroke biasanya diawali dengan daya ingat menurun dan sering kebingungan secara tiba-tiba dan kemudian menghilang dalam waktu 24 jam selain itu tanda dan gejala stroke dapat diamati dari beberapa hal :
Adanya serangan neurologis fokal berupa kelemahan atau kelumpuhan lengan, tungkai atau salah satu sisi tubuh
Melemahnya otot (hemiplegia), kaku dan menurunnya fungsi sensorik
Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh seperti baal, mati rasa sebelah badan, terasa kesemutan, perih bahakan seperti rasa terbakar dibagian bawah kulit
Gangguan penglihatan seperti hanya dapat melihat secara parsial ataupun tidak dapat melihat keseluruhan karena penglihatan gelap dan pandangan ganda sesaat
Menurunnya kemampuan mencium bau dan mengecap
Berjalan menjadi sulit dan langkahnya tertatih-tatih bahkan terkadang mengalami kelumpuhan total
Hilangnya kendali terhadap kandung kemih sehingga sering kencing tanpa disadari
Kehilangan keseimbangan, gerakan tubuh tidak terkoordinasi dengan baik
Tidak memahami pembicaraan orang lain, tidak mampu membaca, menulis dan berhitung dengan baik
Adanya gangguan dan kesulitan dalam menelan makanan ataupun minuman (cenderung keselek)
Adanya gangguan bicara dan sulit berbahasa yang ditunjukkan dengan bicara tidak jelas (rero), sengau, pelo, gagap dan berbicara haya sepatah kata bahkan sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
Menjadi Pelupa (Dimensia) dan tidak mampu mengenali bagian tubuh
Vertigo (pusing, puyeng) atau perasaan berputar yang menetap saat tidak beraktifitas
Kelopak mata sulit dibuka
Menjadi lebih sensitif, mudah menangis ataupun tertawa
Banyak tidur dan selalu ingin tidur
Gangguan kesadaran, pingsan sampai tak sadarkan diri
Penyebab Penyakit Stroke
Ada dua faktor yang merupakan penyebab stroke yaitu resiko medis dan resiko perilaku
Faktor resiko medis yang menyebabkan atau memperparah stroke antara lain hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga (faktor keturnan) dan migren (sakit kepelah sebelah). Menurut data statistik 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis
Faktor resiko perilaku disebakan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, menkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol gemar mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food dan junk food). Faktor resiko perilaku lainnya adalah kurangnya aktifitas gerak / olah raga dan obesitas. Salah satu pemicunya juga adalah susasana hati yang tidak nyaman seperti sering marah tanpa alasan yang jelas.
9. Gejala Gangguan Jantung
Gejala Penyakit Serangan Jantung
Setiap orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan keluhan yang tentunya berbeda, Namun umumnya seseorang akan merasakan beberapa hal spesifik seperti :
1. Nyeri dada, dimana otot kekurangan suplay darah (disebut kondisi iskemi) yang berdampak kebutuhan oxygen oleh otot berkurang. Akibatnya terjadi metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Nyeri dirasakan di dada bagian tengah, dapat menyebar kebagian belakang dada, kebagian pangkal kiri leher dan bahu hingga lengan atas tangan kiri. Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri dibagian atas perut (pangkal tulang iga tengah bahkan bagian lambung), dimana nyeri lebih hebat dan tak hilang meski diistirahatkan atau diberi obat nyeri jantung (Nitroglycerin).
Inilah yang dinamakan Angina, penderita merasakan gelisah dengan sesak di dada dan seperti merasa dada diremas-remas. Beratnya nyeri setiap orang berbeda, bahkan beberapa orang yang mengalami suplay darah jantung berkurang merekle tidak merasakan apa-apa.
2. Sesak nafas, Biasanya dirasakan oleh orang yang mengalami gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
3. Kelelahan atau kepenatan, Adanya kelainan jantung dapat menimbulkan pemompaan jantung yang tidak maksimal. Akibatnya suplay darah ke otot tubuh disaat melakukan aktivitas akan berkurang, Hal ini menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala seperti ini bersifat ringan, penderita hanya berusaha mengurangi aktivitasnya dan menganggap bahwa itu merupakan proses penuaan saja.
4. Adanya perasaan berdebar-debar (palpitasi)
5. Pusing dan pingsan, Hal ini dapat merupakan gejala awal dari penderita penyakit serangan jantung. Dimana penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
6. Kebiru-biruan pada bibir, jari tangan dan kaki sebagai tanda aliran darah yang kurang adekuat keseluruh tubuh.
7. Keringat dingin secara mendadak, dan lainnya seperti mual dan perasaan cemas.
Faktor Penyebab Penyakit Serangan Jantung
Adapun secara garis besar faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit jantung antara lain ; Kelainan jantung bawaan, Gangguan pada fungsi kerja katup jantung dan Terganggunya pembuluh koroner yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Dari ketiga hal tersebut, Penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Faktor-faktor diatas erat kaitannya dengan pola konsumsi dan kehidupan yang bersangkutan, diantaranya :
- Merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun
- Sering mengkonsumsi makanan jenis lemak (kolesterol) tinggi
- Menderita tekanan darah tinggi
- Menderita penyakit kencing manis (Diabetes)
Diagnosis Penyakit Serangan Jantung
Dari keluhan yang dirasakan penderita, Dokter umumnya dapat langsung memberikan dugaan apakah itu tanda dan gejala serangan jantung atau bukan. Tentunya untuk memperkuat diagnosa yang ditegakkan, dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan detak jantung si penderita.
Selanjutnya dokter akan mengirim penderita untuk melakukan pemeriksaan ECG/EKG beserta pemeriksaan darah. Jika penderita saat itu masih merasakan nyeri, Pemberian obat akan dilakukan sebelum pemeriksaan itu dilakukan. Hal ini disebabkan bahwa nyeri yang amat sangat dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung bahkan kematian.
Penanganan Penyakit Serangan Jantung
Setengah dari jumlah kematian akibat serangan jantung adalah terjadi pada 3 sampai 4 jam pertama setelah terjadinya gejala serangan dimulai. Jadi tindakan penanganan pada gejala awal serangan jantung adalah hal yang paling penting bagi tim medis.
Pemberian obat-obatan seperti aspirin tablet secara kunyah dapat membantu jika terjadi pembekuan darah pada pembuluh arteri koroner, Sedangkan jenis tablet beta-blocker diberikan untuk memperlambat kerja jantung sehingga tidak terlalu bekerja keras dan mengurangi kemungkinan rusaknya otot jantung. Selanjutnya yang utama adalah pemberian Oxygen, yang menolong memperkecil kerusakan jaringan otot.
Penderita yang mengalami serangan jantung (penyakit jantung) tentunya akan dirawat dirumah sakit khususnya pada ruangan intensif penyakit jantung, karena memerlukan pemantauan dan monitor yang intensif. Selain pemberian obat-obatan dirumah sakit, tindakan yang mungkin dilakukan oleh tim kesehatan (medis) adalah angioplasty atau coronary artery bypass surgery (pembedahan/pemotongan bagian artery yang bermasalah).
Pencegahan Penyakit Serangan Jantung
Tindakan pencegahan antara lain yang dapat Anda lakukan adalah hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi, Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan, Kurangi atau stop minum alkohol, Melakukan olah raga secara teratur, Jika mengidap penyakit darah tinggi dan kencing manis hendaknya melakukan pengontrolan sesuai saran dokter secara teratur.
10. Gejala Gangguan Ginjal
Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.
Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.
A. Penyebab Gagal Ginjal
Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :
Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
Menderita penyakit kanker (cancer)
Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.
Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.
Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.
B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal
Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.
Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.
C. Penentuan Diagnosa Gagal Ginjal
Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.
D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal
Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.
Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.
E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal
Kita yang dalam kondisi "merasa sehat" setidaknya diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan atau sedang diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik
11. Gejala Penyakit Diabetes
Penyakit Diabetes Mellitus (DM)
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.
Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus
Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.
Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :
1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.
Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.
Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.
Tipe Penyakit Diabetes Mellitus
1. Diabetes mellitus tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.
Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.
2. Diabetes mellitus tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.
Kadar Gula Dalam Darah
Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.
Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.
Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.
Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.
Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes
Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).
Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.
12. Gejala Penyakit Darah Rendah
Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)
Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya (Penyakit darah tinggi) bahwa nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG.
Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah (tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi itu terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan (abnormal) maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.
Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah
Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang.
Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.
Penyebab Penyakit Darah Rendah
Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:
- Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.
- Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.
- Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).
Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah renda (hipotensi), diantaranya :
- Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat
- Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam
- Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala
- Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis
- Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.
Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.
13. Gejala Penyakit Darah Tinggi
Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)
Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.
Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau berolahraga.
Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart attack).
Penyakit darah tinggi atau Hipertensi dikenal dengan 2 type klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary :
Hipertensi Primary
Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.
Hipertensi Secondary
Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk (gendut).
Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolang parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu.
Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia.
1. Penyebab Hipertensi
Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Stop menjadi alcoholic!
2. Penanganan dan Pengobatan Hipertensi
a. Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)
Kandungan garam (Sodium/Natrium)
Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini ;
- Jangan meletakkan garam diatas meja makan
- Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan
- Batasi konsumsi daging dan keju
- Hindari cemilan yang asin-asin
- Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium
Kandungan Potasium/Kalium
Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi).
Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat;
- Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.
- Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.
- Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.
Dan masih banyak penyakit medis lainnya yang insya alloh dengan cara terapi rutin meminum herbal sarang semut ini dapat sembuh tanpa operasi dan itu juga harus di barengi dengan kekuatan do'a pada yang maha kuasa Alloh swt karena tanpa kuasa nya tidaklah mungkin semuanya penyakit itu akan sembuh karena perlu di ketahui bahwa tidak semata-mata Allah swt menurunkan suatu penyakit kalau tanpa menurunkan juga suatu obatnya dan beberapa diantaranya obat itu sudah di sediakan Allah swt di alam ini diantaranya sudah dijelaskan dalam al qur'an yakni di surat An-Nahl (Lebah), maka herbal tumbuhan cendawan Sarang Semut juga disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an di surat An-Naml (Semut). semuanya bisa dijadikan obat penawar bagi orang-orang yang memikirkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar